Tampilkan postingan dengan label ilmuwan matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmuwan matematika. Tampilkan semua postingan

24 Jan 2011

Roberval tokoh kalkulus



Ia seorang tokoh matematika asal Perancis. Nama aslinya adalah Gilles Personne, dilahirkan pada tanggal 8 Agustus 1602 di Roberval Perancis. Selanjutnya tempat kelahirannya ini menyatu dengan nama aslinya menjadi  Gilles Personne de Roberval – Gilles Personne dari  Roberval.

Gilles Roberval mulai belajar matematika sejak berumur 14 tahun. Ia berkeliling ke seluruh pelososk Perancis menemui para ilmuwan pada jamannya. Untuk menopang hidupnya ia bekerja sebagai guru matematika. Sambil mengajar matematika di daerah yang dikunjungi, ia mendiskusikan matematika lanjut dengan para dosen matematika di tempat itu. Sebut saja yang ia temui, misalnya Fermat, Mersenne, Claude Hardy, Mydorge, Etienne Pascal, dan Blaise Pascal.

Johannes Kepler


Johannes Kepler. Tentu, tidak ada satu orang pun yang lupa akan kata ’Kepler’. Ia adalah ’penemu’ (baca: penyususn) rumus gerak  planet-planet yang mengelilingi Matahari kita.
Bapaknya seorang tentara dan ibunya bekerja di sebuah ’Inn’ milik keluarga. Johannes Kepler dilahirkan di Jerman (saat ini) pada tahun 1576. Ayahnya ’menghilang’ sejak ia berusia lima tahun. Diyakini bahwa bapaknya meninggal di medan perang, di negeri Belanda. Kepler kecil pernah membuat tamu yang menginap di ‘inn’ ini keheranan akan bakat matematikanya.
Ia belajar di SD di daerah setenpat dan terakhir dari perjalanan pendidikannya tercatat sebagai  mahasiswa Universitas Tübingen, Jerman. Di Universitas  ini, Kepler belajar astronomi dari Michael Maestin. Materi matematika astronomi saat itu adalah geometri astronomi dalam sistem Ptolomeus. Kelompok ini sependapat bahwa Bulan, Mercuri, Venus, Matahari, Mars, Jupiter dan Saturnus berputar mengelilingi Bumi. Posisi planet-planet tersebut dinyakatan terhadap suatu bintang tertentu berdasarkan kombinasi gerak melingkar mereka. Dengan sistem matematika saat itu, perhitungannya terasa sangat rumit dan sulit. Banyak mahasiswa, kemudian, mundur meninggalkan matematika. Tetapi, Kepler tidak demikian. Bahkan, bukunya yang pertama (1596) mengusulkan lintasan planet yang bukan berbentuk lingkaran. Kelak kita kenal berbentuk elips.